REVIEW ARTIKEL RESEP THEO LATUKOMPESSY “SEMBUHKAN” LUKA HUMPUSS

RESEP THEO LATUKOMPESSY “SEMBUHKAN” LUKA HUMPUSS

Di tahun 2008, Theo bergabung di Humpuss Group sebagai Direktur. Lalu, menjabat sebagai Presiden Direktur PT Humpuss Intermoda Transportasi, Tbk (HITS) pada 2012. Ini merupakan tugas yang sangat berat bagi Theo lantaran perusahaan yang ia pimpin tersebut dalam kondisi merugi yang cukup besar.

Theo menceritakan masalah di Humpuss terjadi pada tahun 2006. Saat itu perusahaan dituntut untuk berkembang demi menghadapai persaingan. Perusahaan pun membuat strategi yaitu terjun ke bisnis bulk carrier dan mendatangkan kapal-kapal besar untuk menjadi perusahaan global yang melayani pelayaran antar interkontinental.

Namun strategi yang dibuat tersebut bukan membawa untung malah membawa petaka bagi Humpuss. Pasalnya, bisnis bulk carrier bukanlah bisnis utama Humpuss dan kondisi pasar tidak sesuai harapan. Akibatnya kapal-kapal besar ini tidak bisa beroperasi dengan maksimal ditambah lagi dengan biaya harga sewa kapal yang melambung tiga kali lipat. 

“Terjadi kesalahan strategi saat itu. Timingnya salah, core bisnis keluar, paradigma salah,” imbuhnya.

Kapal-kapal yang sudah terlanjur didatangkan ini dikembalikan lagi ke pemilik, dan itu menimbulkan masalah baru berupa tuntutan hukum di London dimana si pemilik kapal minta ganti rugi karena kontrak diterminasi sebelum berakhirnya kontrak. Theo menghabiskan banyak energi untuk menyelesaikan permasalahan hukum tersebut.

Setelah masalah hukum selesai, secara bertahap Theo fokus melakukan restrukturisasi untuk memperbaiki dan memaksimalkan kinerja perusahaan. Langkah awal yang dilakukan adalah mengembalikan core bisnis perusahaan yaitu bisnis tanker (LNG, minyak, dan Chemical). Langkah berikutnya adalah menjaga aliran kas (cash flow) perusahan, menstabilkan rugi laba, menyeimbangkan neraca keuangan perusahaan, dan meningkatkan kapitalisasi pasar.  

Pada umumnya manajemen mengambil langkah mem-PHK karyawannya disaat perusahaan sedang krisis. Berbeda dengan Theo yang mengharamkan adanya PHK. Ia lebih memilih mengalihkan sebagian besar karyawannya yang berada di kantor pusat ke anak perusahaan yang menjadi sumber pendapatan.

“Sederhana saja, di tempat you buat duit taruh karyawan sebanyak-banyaknya, di tempat you buang duit you tekan serendah-rendahnya. Ini namanya kerja cerdas,” ungkapnya. 

Berbagai usaha yang dilakukan Theo pun berbuah manis. Humpuss perlahan-lahan mulai bangkit dari keterpurukannya. Hal ini dapat dilihat kapaitalisasi pasar Humpuss yang saat ini mencapai Rp5,2 triiliun dan pada tahun ini mulai membagikan deviden.


Komentar